Penghasilan Semakin Bertumbuh, Sudahkah Kita Memperhatikan Amanah Zakat?

Setiap orang memiliki perjalanan rezekinya masing-masing. Ada yang memulai karier dari penghasilan yang sederhana, lalu Allah memberikan jalan hingga pekerjaannya semakin baik. Ada yang mendapatkan tambahan penghasilan dari keahlian yang dimiliki. Ada pula yang setelah bertahun-tahun bekerja mulai memiliki tabungan, emas, investasi, atau usaha sendiri.
Ketika Allah memberikan kelapangan rezeki, tentu ada rasa syukur yang menyertainya. Namun di antara rasa syukur itu, seorang Muslim mungkin mulai bertanya :
“Dengan penghasilan dan harta yang saya miliki sekarang, adakah zakat yang perlu saya tunaikan?”
Pertanyaan ini baik untuk direnungkan. Sebab ketika keadaan finansial berubah, kita pun perlu kembali memperhatikan amanah dari harta yang Allah titipkan.
Penghasilan Hari Ini Mungkin Sudah Berbeda
Coba melihat kembali kondisi beberapa tahun ke belakang. Mungkin dahulu sumber penghasilan hanya berasal dari gaji bulanan. Hari ini sudah ada bonus, insentif, pekerjaan tambahan, atau sumber rezeki lainnya.
Sebagian penghasilan juga mungkin tidak lagi berada dalam bentuk uang di rekening. Ada yang sudah menjadi tabungan, emas, investasi, atau modal usaha. Perubahan seperti inilah yang terkadang membuat seseorang mulai mencari informasi tentang zakat penghasilan.
Bukan karena zakat terasa memberatkan. Justru ada keinginan untuk memastikan bahwa ketika Allah melapangkan rezeki, kita pun berusaha menjaga amanah yang menyertainya.
“Saya Ingin Menunaikan Zakat, tetapi Takut Keliru”
Keraguan seperti ini bisa dialami oleh karyawan, profesional, eksekutif, maupun seseorang yang memiliki beberapa sumber penghasilan. Mencari informasi tentang zakat melalui internet dapat membantu menambah pengetahuan. Bertanya kepada teman atau keluarga juga mungkin memberikan gambaran.
Namun ketika sudah berbicara tentang kondisi pribadi, kita perlu berhati-hati untuk tidak langsung menyamakan keadaan kita dengan orang lain.
Seseorang mungkin menerima penghasilan dari satu pekerjaan. Orang lain memiliki beberapa sumber pendapatan. Ada pula yang penghasilannya sudah berkembang menjadi berbagai bentuk harta.
Dalam layanan konsultasinya, LAZ Rabbani juga memandang bahwa kondisi dan jenis harta setiap muzakki dapat berbeda sehingga perlu dipahami berdasarkan keadaan masing-masing. Karena itu, jika ada yang belum jelas, tidak mengapa untuk bertanya.
Dalam urusan ibadah, mencari ilmu dan meminta penjelasan adalah bagian dari ikhtiar agar apa yang kita tunaikan memiliki dasar yang lebih jelas.
Mulailah dari Kondisi yang Sebenarnya
Saat ingin berkonsultasi mengenai zakat, Bapak/Ibu tidak perlu datang dengan semua jawabannya.Tidak perlu pula merasa harus memahami berbagai istilah terlebih dahulu.
Mulailah dengan menceritakan kondisi yang sebenarnya. Apa sumber penghasilan saat ini? Apakah ada pendapatan lain di luar pekerjaan utama? Apakah sebagian rezeki selama ini sudah disimpan atau berkembang dalam bentuk harta lainnya? Dari cerita tersebut, hal-hal yang perlu ditanyakan akan menjadi lebih jelas.
Apabila pembahasannya membutuhkan penjelasan mengenai ketentuan syariah, tentu perlu dikaji sesuai keadaan yang sebenarnya. Karena itu, artikel ini juga tidak menetapkan besaran, rumus, ataupun kesimpulan mengenai kewajiban zakat seseorang. Setiap keadaan perlu ditempatkan sebagaimana mestinya.
Menjaga Rezeki yang Allah Titipkan
Ada hal yang lebih dalam dari pertanyaan tentang berapa banyak harta yang kita miliki, Yaitu bagaimana kita mempertanggungjawabkan nikmat tersebut.
Harta adalah titipan. Pekerjaan adalah jalan ikhtiar. Penghasilan yang kita terima setiap bulan pun terjadi atas izin Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka ketika seorang Muslim mulai memikirkan zakat seiring bertambahnya penghasilan, semoga itu menjadi tanda bahwa ia ingin menjaga amanah dari rezeki yang diterimanya.
Allah Ta’ala berfirman:
“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka…”
(QS. At-Taubah: 103)
Ayat ini mengingatkan kita bahwa zakat memiliki kedudukan yang mulia dalam kehidupan seorang Muslim.
Karena itu, ketika masih ada keraguan tentang kondisi harta yang dimiliki, mencari penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan menjadi pilihan yang lebih baik daripada menentukan sendiri tanpa pemahaman yang cukup.
Baca Juga: Hadirkan Program CSR untuk Masyarakat di Sekitar Perusahaan Bersama LAZ Rabbani
Saat Membutuhkan Tempat untuk Bertanya tentang Zakat
LAZ Rabbani membuka layanan konsultasi zakat bagi masyarakat yang masih memiliki pertanyaan mengenai kondisi harta dan zakat yang hendak ditunaikan, termasuk untuk kebutuhan individu maupun perusahaan.
Kepercayaan dalam urusan zakat tentu penting. LAZ Rabbani merupakan Lembaga Amil Zakat yang memiliki legalitas resmi dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Dalam perjalanannya, LAZ Rabbani juga telah membantu kebutuhan konsultasi zakat individu dan perusahaan.
Aspek syariah LAZ Rabbani berada dalam pengawasan Dewan Pengawas Syariah:
Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, Lc., M.A.
Ustadz Ihsan Abu Zuhri, Lc.
Bagi LAZ Rabbani, setiap muzakki datang dengan cerita dan kondisi yang berbeda. Karena itu, ruang konsultasi diharapkan dapat membantu Bapak/Ibu menyampaikan hal-hal yang masih menjadi pertanyaan sebelum menunaikan zakat.
Semoga Bertambahnya Rezeki Membawa Bertambahnya Keberkahan
Jika Allah memberikan kelapangan dalam pekerjaan dan penghasilan, semoga kita diberikan pula ilmu untuk menjaganya. Mungkin hari ini Bapak/Ibu belum membutuhkan jawaban yang panjang. Bisa jadi hanya ada satu atau dua hal mengenai zakat penghasilan yang selama ini masih mengganjal.
Silakan sampaikan pertanyaan tersebut kepada LAZ Rabbani. InsyaAllah, setiap langkah untuk memahami dan menunaikan amanah harta dengan lebih baik adalah ikhtiar yang bernilai.
Ingin bertanya mengenai kondisi penghasilan dan zakat yang hendak ditunaikan?
Hubungi LAZ Rabbani melalui WhatsApp:
0811-8891-601
Semoga Allah memberikan keberkahan pada setiap rezeki yang diperoleh, mencukupkan kebutuhan keluarga, dan memudahkan kita menunaikan setiap amanah yang ada di dalamnya.
Barakallah Fiikum
Bagikan Artikel
Tags
Artikel Terbaru
Kategori
Artikel Terkait

Hadirkan Program CSR untuk Masyarakat di Sekitar Perusahaan Bersama LAZ Rabbani
Kehadiran perusahaan di sebuah wilayah turut membuka kesempatan untuk bertumbuh bersama masyarakat di sekitarnya. Ada keluarga...

Salurkan Dana Sosial Perusahaan melalui Program Kebaikan Bersama LAZ Rabbani
Di balik sebuah perusahaan, ada banyak kesempatan untuk menghadirkan kebaikan yang manfaatnya melampaui aktivitas bisnis sehari-hari....

Punya Tabungan, Emas, dan Investasi? Yuk, Cari Tahu tentang Zakatnya
Tabungan sudah mulai terkumpul. Ada emas yang disimpan. Beberapa waktu terakhir, mungkin Bapak/Ibu juga mulai berinvestasi...