LAZ Rabbani, SASPRI-IPB University, dan DitZaWa Kemenag RI Dorong Pilot Project Ekonomi Umat Berbasis Agromaritim

Potensi ekonomi masyarakat di setiap daerah berbeda. Ada wilayah yang kuat di sektor pertanian, ada yang bertumpu pada peternakan, perikanan, hingga perkebunan. Potensi tersebut dapat menjadi jalan tumbuhnya kemandirian ekonomi masyarakat apabila dikembangkan sesuai karakter dan kebutuhan wilayahnya.

Semangat inilah yang dibawa dalam pertemuan LAZ Rabbani bersama SASPRI-IPB University dan Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (DitZaWa) Kementerian Agama RI di Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta, pada 31 Agustus 2026.

Pertemuan tersebut membahas potensi pengembangan pilot project pemberdayaan ekonomi umat berbasis agromaritim.

Diskusi turut dihadiri Prof. Waryono Abdul Ghafur, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, bersama LAZ Rabbani dan SASPRI-IPB University.

Mengembangkan Potensi yang Sudah Dimiliki Masyarakat

Pemberdayaan akan lebih relevan ketika berangkat dari potensi yang memang hidup di tengah masyarakat. Karena itu, pembahasan pilot project ini mencakup beberapa sektor, yaitu pertanian, peternakan, perikanan, dan perkebunan.

Setiap wilayah tentu tidak harus menjalankan program yang sama. Daerah dengan potensi perikanan dapat memiliki kebutuhan yang berbeda dengan masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari pertanian. Begitu pula dengan wilayah peternakan dan perkebunan.

Pendekatan program nantinya dapat disesuaikan dengan potensi lokal serta karakter usaha masyarakat di masing-masing wilayah.

Dengan arah seperti ini, masyarakat diharapkan memiliki ruang yang lebih besar untuk mengembangkan sumber penghidupan yang sudah dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari.

Apa yang Dimaksud Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Agromaritim?

Dalam konteks pembahasan ini, agromaritim menghubungkan potensi ekonomi masyarakat dari sektor darat dan perairan, seperti pertanian, peternakan, perkebunan, dan perikanan.

Pendekatan tersebut membuka ruang pemberdayaan yang lebih luas karena kondisi masyarakat Indonesia sangat beragam.

Ada masyarakat yang hidup dari hasil laut. Ada petani yang mengelola lahan. Ada peternak yang membangun usaha dari ternak yang dimiliki. Ada pula masyarakat yang menggantungkan perekonomiannya pada hasil perkebunan.

Potensi-potensi inilah yang menjadi perhatian dalam pembahasan pengembangan pilot project. Tujuannya adalah mendorong agar program pemberdayaan memiliki hubungan yang kuat dengan kehidupan dan potensi ekonomi masyarakat setempat.

Zakat dan Pemberdayaan Ekonomi Umat

Zakat memiliki peran sosial yang besar bagi masyarakat. Dalam pengelolaannya, zakat juga dapat diarahkan pada program pemberdayaan sesuai ketentuan yang berlaku sehingga manfaat yang hadir dapat membantu masyarakat dalam proses menuju kehidupan yang lebih mandiri.

Pendekatan ini pemberdayaan menjadi salah satu ikhtiar agar manfaat dana umat dapat terus berkembang.

Pertemuan bersama DitZaWa Kementerian Agama RI dan SASPRI-IPB University membuka ruang untuk mendiskusikan bagaimana potensi tersebut dapat dikembangkan melalui pendekatan yang lebih terarah.

Kolaborasi juga memungkinkan hadirnya berbagai perspektif dalam penyusunan program, mulai dari pengalaman pengelolaan zakat, pendekatan akademis, hingga pemahaman terhadap potensi masyarakat.

Baca Juga: LAZ Rabbani Jalin Kolaborasi Strategis untuk Pemberdayaan Kampung Zakat di Cirebon

Dari Diskusi Menuju Pilot Project

Pertemuan di Kantor Kementerian Agama RI menjadi bagian dari proses awal untuk membahas kemungkinan pengembangan program.

Tahapan berikutnya tentu membutuhkan pendalaman lebih lanjut. Potensi wilayah perlu dipahami. Kebutuhan masyarakat perlu dipetakan. Model pemberdayaan juga perlu disesuaikan agar program yang nantinya dijalankan memiliki arah yang jelas.

Karena itu, pilot project menjadi penting sebagai ruang untuk mengembangkan model pemberdayaan yang dapat dipelajari dan dievaluasi sebelum dikembangkan lebih jauh.

LAZ Rabbani berharap diskusi yang telah berlangsung dapat berlanjut menjadi langkah nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ikhtiar Mendorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Pertanian, peternakan, perikanan, dan perkebunan merupakan bagian dari kehidupan banyak masyarakat Indonesia. Ketika potensi tersebut bertemu dengan pemberdayaan yang sesuai, terbuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan kemampuan dan kegiatan ekonominya.

Insyaa Allah, LAZ Rabbani akan terus membuka ruang kolaborasi yang dapat memperkuat ikhtiar pemberdayaan umat. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kemudahan dalam setiap prosesnya dan menjadikan kolaborasi ini sebagai jalan hadirnya manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.

LAZ Rabbani 

Amanah, Profesional, Bermanfaat.

Konsultasi Zakat Bersama LAZ Rabbani
WhatsApp: 0811-8891-601

Artikel Terkait

Musibah kebakaran dapat mengubah keadaan dalam waktu singkat. Setelah api padam, masyarakat yang terdampak masih harus...

Hingga 1 September 2026, lebih dari 181 ribu jiwa masih berada di pengungsian setelah gempa yang...

Masa darurat mungkin berlalu, tetapi kebutuhan masyarakat setelah bencana belum tentu ikut selesai. Sebagian warga terdampak...

Satu Langkah Kecil Anda, Banyak Perubahan untuk Mereka!

Scroll to Top