Program Pemberdayaan Teknisi Mesin Kopi LAZ Rabbani: Menjawab Kebutuhan SDM Spesialis di Industri Kopi

Alhamdulillah, LAZ Rabbani melanjutkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui Program Pelatihan Teknisi Mesin Kopi yang diselenggarakan selama tiga hari, 27-29 Mei 2025, di Halal Destination, Cileungsi, Bogor. Program pemberdayaan ini merupakan kelanjutan strategis dari Program Pelatihan Barista yang telah sukses diselenggarakan sebelumnya.
Program pelatihan yang diikuti oleh 10 peserta dari wilayah Cibubur, Bogor, Bekasi, dan Tangerang ini hadir sebagai respons terhadap kebutuhan mendesak akan tenaga teknisi mesin kopi di wilayah Jabodetabek. Ketua LAZ Rabbani, Muhammad Faried, menjelaskan bahwa program ini dilatar belakangi oleh data yang menunjukkan kesenjangan signifikan antara populasi mesin kopi dengan ketersediaan teknisi spesialis.
“Berdasarkan data populasi mesin kopi di wilayah Jabodetabek yang mencapai hampir 8.000 unit, sementara teknisi mesin kopi masih sangat terbatas, bahkan hampir tidak ada. Kondisi ini membuat layanan perbaikan menjadi sulit diakses dan memerlukan biaya yang cukup besar,” ungkap Muhammad Faried.
Kesenjangan ini menciptakan peluang bisnis yang sangat besar bagi para teknisi mesin kopi profesional. Dengan tingginya kebutuhan pasar dan minimnya kompetisi, profesi teknisi mesin kopi menawarkan prospek ekonomi yang menjanjikan bagi para peserta program pemberdayaan LAZ Rabbani.

LAZ Rabbani kembali menggandeng komunitas Pengusaha Kopi Muslim sebagai mitra strategis dalam pelaksanaan program pelatihan teknisi mesin kopi. Kolaborasi ini memastikan bahwa materi pelatihan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan riil industri dan standar profesional yang berlaku.
Faisal Hamdani dari Pengusaha Kopi Muslim menjelaskan bahwa program pelatihan ini memberikan pendidikan komprehensif kepada peserta untuk menjadi teknisi mesin kopi yang profesional. “Peserta mendapatkan pendidikan lengkap tentang cara merakit mesin kopi, memperbaikinya, dan menangani berbagai kasus kerusakan yang sering terjadi pada mesin kopi,” jelasnya.
Kebutuhan akan teknisi mesin kopi di wilayah Bogor dan sekitarnya memang sangat tinggi, sementara ketersediaan SDM yang kompeten masih sangat minim. “Jumlah coffee shop sangat banyak, namun SDM untuk perbaikan mesin kopinya hampir tidak ada. Akibatnya, banyak mesin kopi yang terlantar karena rusak dan tidak tertangani dengan baik,” tambah Faisal.
Yang membedakan program LAZ Rabbani dari pelatihan konvensional adalah komitmen pendampingan berkelanjutan melalui program magang dan penempatan kerja. Setelah menyelesaikan pelatihan selama tiga hari, para peserta akan langsung diarahkan untuk praktik kerja di lapangan melalui kerjasama dengan berbagai coffee shop.
“Para peserta akan dibantu magang di beberapa coffee shop yang sudah berkolaborasi dengan kami. Mereka akan langsung ditugaskan untuk memperbaiki beberapa mesin kopi di coffee shop tersebut, sehingga ada program berkelanjutan,” jelas Muhammad Faried.
Program magang ini tidak hanya memberikan pengalaman praktis, tetapi juga menjadi jembatan bagi para peserta untuk membangun jaringan profesional dan mengembangkan reputasi sebagai teknisi mesin kopi yang kompeten.
LAZ Rabbani memastikan bahwa para peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga dukungan peralatan yang memadai untuk menjalankan profesi teknisi mesin kopi. Para peserta akan dibekali dengan peralatan teknisi mesin kopi yang profesional untuk memudahkan mereka bekerja langsung di lapangan.
“Peralatan ini akan sangat berguna bagi para teknisi mesin kopi saat mereka terjun langsung ke coffee shop. Dengan peralatan yang memadai, mereka dapat memberikan layanan yang profesional dan berkualitas,” tegas Faisal Hamdani.
Dukungan peralatan ini menunjukkan komitmen LAZ Rabbani dalam memastikan kesuksesan jangka panjang para peserta program pemberdayaan, bukan hanya sekedar memberikan pelatihan tanpa follow-up yang memadai.
Program Pelatihan Teknisi Mesin Kopi ini merupakan bagian integral dari ekosistem pemberdayaan komprehensif yang dikembangkan LAZ Rabbani di industri kopi. Dengan menggabungkan Program Pelatihan Barista dan Program Pelatihan Teknisi Mesin Kopi, LAZ Rabbani menciptakan rantai nilai yang lengkap dalam pemberdayaan masyarakat di sektor industri kopi.
Pendekatan ini memungkinkan LAZ Rabbani untuk memberikan kontribusi yang lebih signifikan dalam pengembangan industri kopi lokal, sekaligus menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan bagi para mustahik dan penerima manfaat.
Melalui serangkaian program pemberdayaan di industri kopi, LAZ Rabbani berkontribusi dalam mewujudkan visi menjadikan Indonesia sebagai pusat keunggulan industri kopi global. Dengan memastikan ketersediaan SDM yang kompeten di berbagai lini industri kopi, dari barista hingga teknisi mesin, LAZ Rabbani turut memperkuat fondasi industri kopi nasional.
Program ini sejalan dengan misi LAZ Rabbani dalam membangun ekosistem ekonomi umat yang mandiri dan berkeadilan, dimana setiap komponen masyarakat memiliki kesempatan untuk berkembang dan berkontribusi dalam industri yang strategis dan berkelanjutan.
Bagikan Artikel
Tags
Artikel Terbaru
Kategori
Artikel Terkait

Program Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis KUA dan Kampung Zakat: Transformasi KUA Menjadi Pusat Gerakan Berta’awun
Alhamdulillah, Kabupaten Bogor menjadi saksi peluncuran Program Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU) Berbasis KUA dan Kampung Zakat…

Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis KUA: Kolaborasi LAZ Rabbani dengan Pemerintah Kabupaten Bogor
Alhamdulillah, LAZ Rabbani kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan ekonomi umat melalui Program Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU)…

Program Relawan LAZ Rabbani Berta’awun: Mengukuhkan Gerakan Kebaikan untuk Pemberdayaan Umat
Alhamdulillah, LAZ Rabbani melanjutkan komitmennya dalam memperkuat fondasi organisasi melalui Program Relawan Berta’awun yang diselenggarakan di…
