Zakat tumbuh-tumbuhan, biji-bijian, dan buah-buahan

Apa itu zakat tumbuh-tumbuhan, biji-bijian dan buah-buahan atau disebut juga Zakat Zuru’ Hubub wa Tsimar? Yang dimaksud dengan zuru’ adalah tumbuhan atau tanaman dan hubub adalah biji-bijian yang secara khusus di dalam bab zakat adalah tanaman dan biji-bijian yang merupakan tanaman makanan pokok yang tahan untuk disimpan dalam jangka waktu yang lama, sesuai dalil-dalil yang terdapat di dalam Al Qur’an dan As Sunnah dan pendapat ulama berkaitan dengan permasalahan ini.

1. Definisi dan Ketentuan Umum

Para ulama bersepakat bahwa zakat tumbuh-tumbuhan, biji-bijian dan buah-buahan adalah setiap yang dijadikan makanan pokok di suatu negeri yang bisa ditimbang atau ditakar dan disimpan dalam kurun waktu yang lama maka ini ada zakatnya dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Tanaman yang disebutkan langsung oleh Nabi: Tanaman, biji-bijian dan buah-buahan yang disebutkan langsung melalui lisan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, yaitu: gandum, kurma dan anggur yang dikeringkan.
  • Makanan pokok yang tahan lama: Semua yang dijadikan bahan makan pokok suatu negeri dan dapat disimpan dalam kurun waktu yang lama, seperti jagung dan beras. Karena sesuatu yang tidak disimpan dalam waktu yang lama nilai kepemilikan terhadapnya tidak sempurna.
  • Hasil usaha manusia: Tanaman tersebut adalah hasil usaha manusia sedangkan buah-buahan yang diperoleh dari alam bukan ditanam dan diusahakan oleh manusia tidak wajib dizakati.

2. Dalil Syar’i dari As-Sunnah

Zakat az zuru’, hubub wat tsimar berdasarkan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

ليس فيما دون خمسة أوسق صدقة

“Tidak ada zakat pada tanaman yang kurang dari lima wasaq” (HR. Bukhari no. 1340 dan Muslim no. 979)

Dan dalam riwayat Muslim Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

ليس في حب ولا تمر صدقة حتى يبلغ خمسة أوسق

“Tidak ada zakat pada biji-bijian dan pada kurma kecuali telah sampai mencapai 5 wasaq” (HR. Muslim no 979)

Dan dalam riwayat lain dengan lafaz (ثمر) “buah-buahan” ganti dari (تمر) “kurma” dan lafaz buah lebih luas maknanya dan mencakup makna kurma dan zabib (anggur kering).

3. Dalil dari Al-Qur’an

Adapun haul maka pada zakat zuru’ hubub dan tsimar tidak disyaratkan haul berdasarkan kesepakatan atau ijma’ para ulama, sebagaimana firman Allah:

“Dan tunaikanlah haknya pada saat hari dipanennya” (QS. Al An’am: 141)

4. Syarat Wajib Zakat Tumbuhan

Az zuru’ hubub wat tsimar wajib dikeluarkan zakatnya bila terpenuhi dua syarat yaitu:

  1. Mencapai nishab: Yaitu tidak kurang dari 5 wasaq atau 300 sho’ yang setara dengan kurang lebih 678 atau 700 kilogram ditimbang setelah sebelumnya dibersihkan
  2. Tidak disyaratkan haul: Pada zakat zuru’ hubub dan tsimar tidak disyaratkan haul berdasarkan kesepakatan atau ijma’ para ulama

5. Besarnya Zakat Berdasarkan Sistem Pengairan

Besarnya zakat zuru’ hubub dan tsimar adalah:

  • Pengairan alami (10%): Jika diairi dengan tanpa usaha dan biaya seperti dengan air hujan, aliran air sungai atau mata air maka zakatnya 10%
  • Pengairan buatan (5%): Jika diairi dengan cara diusahakan dengan membuat pengairan dan dialiri dengan alat-alat pengairan, maka besar zakatnya 5%
  • Pengairan campuran (7,5%): Apabila diairi sebagian dengan tanpa usaha dan sebagian dengan diusahakan maka besar zakatnya 7,5%

Dalil Tentang Kadar Zakat

Hal ini berdasarkan hadits dari sahabat Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

فيما سقت السماء والعيون ـ أو كان عثريا ـ العشر، وفيما سقي بالنضح نصف العشر

“Tanaman yang diairi dari air langit (air hujan) dan mata air maka zakatnya sebesar 10% dan tanaman yang diairi dengan irigasi maka zakatnya sebesar 5%” (HR. Bukhari no. 1412)

6. Waktu Kewajiban Zakat

Tidak ada kewajiban zakat pada az zuru’ tanaman sejenis palawija atau tanaman pangan pokok (seperti beras, gandum dan jagung) kecuali biji gabah pada beras atau gandum sudah mencapai tingkat kematangan optimal dimana butir-butir padi sudah menguning dan butir padi keras dan berisi demikian juga pada jagung dimana biji jagung sudah masak dan mengering, keras dan mengkilat. Demikian juga pada ats tsimar (buah-buahan) tidak ada kewajiban zakat kecuali buah-buahan yang terkena zakat telah tampak dan terlihat tingkat kematangan dengan adanya perubahan warna seperti memerah atau menguning.

Demikian penjelasan singkat tentang zakat tumbuh-tumbuhan, biji-bijian dan buah-buahan semoga memberikan pencerahan tentang hukum zakat secara lebih jelas.

Ustadz Muhammad Ihsan, Lc.
(Dewan Pengawas Syariah LAZ Rabbani)

Bagikan Artikel

Tags

Artikel Terkait

Pertanyaan mengenai kewajiban membayar zakat mal bagi karyawan yang gajinya telah dipotong untuk zakat penghasilan oleh…

Diperbolehkan memberikan zakat mal kepada orang yang terkena musibah, yang menyebabkan hartanya ludes. Orang tersebut berhak…

Siapa Yang Wajib Mengeluarkan Zakat Fitrah? Zakat fitrah wajib dikeluarkan atas setiap muslim dan muslimah, baik…

Perdalam Ilmu Zakat dan Fiqh Muamalah, Langganan Sekarang!

Subscription Form
Scroll to Top